Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Review "Pesawat Kertas"

One of unique books  yang pernah saya tahu. Pertama kali, lihat buku semungil dan setipis itu. Tapi, dapat mengisi kekosongan saat sedang menunggu.  Buku ini saya dapatkan langsung dari penulisnya ketika mengikuti sebuah seminar kepenulisan dengan cara agak "nyolot". Lebih dari sekali saya sudah membaca "Pesawat Kertas". Total halamannya tidak sampai 100 hal dan ukurannya sekitar setengah dari A5 (lebar sedikit), serta font tulisan yang mungkin sekitar <  10 Times New Roman. Isinya tentang apa? Pesawat Kertas berisi kumpulan cerpen yang ditulis seminimalis mungkin oleh Noor H. Dee. Minimalis dalam artian positif ya. Terkesan simpel tapi "ngena". Terlihat dari judul-judul cerpen yang seakan  banyak terinspirasi dari hal-hal di sekitar, seperti Lukisan, Langit, Kacamata, Pintu, dll. Cerpen berjudul "Wajah" jadi salah satu favorit saya karena membuat agak dongkol di akhirnya. Selain itu, ada suasana tersendiri yang dibangun untuk tulisan di buk

Review "101 Dosa Penulis Pemula"

Adakah pembaca dari postingan ini yang merasa bahwa dirinya adalah Penulis Pemula?  Jika ada, maka mari berkumpul di sini. Karena buku ini layak menjadi salah satu buku acuan agar kalian tidak lagi melakukan "dosa". Penulis : Isa Alamsyah Tahun Terbit : 2014 Penerbit : AsmaNadia Publising House Jumlah Hal : +350 hal Yakinkah bahwa tulisanmu sudah baik?  Para penulis buku best seller  mungkin  juga pernah melalui sebagian kecil atau bahkan seluruhnya dari dosa-dosa yang tercantum dalam buku ini. Maksud "dosa" di sini hanya sebagai diksi untuk merepresentasikan bentuk kesalahan  agar menjadi bagian dari pembelajaran. Pembahasan "101 Dosa Penulis Pemula" terbagi dalam 17 bagian dan cukup mewakili dari keseluruhan dalam sebuah proses kepenulisan. Mulai dari pengulangan kata, kalimat efektif, ide, sampai mental dan sikap penulis. Seluruhnya dikemas dengan cukup lugas. Penulis tidak hanya menyebutkan kesalahan-kesalahan yang sering kali dilakukakn oleh penulis p

Review "Sabtu Bersama Bapak"

"Sabtu Bersama Bapak" menjadi novel pertama karya Aditya Mulya yang saya baca. Mungkin ada yang sudah menonton versi filmnya?  Saya sendiri baru menyelesaikan buku dan filmnya. Tentu membaca novelnya lebih diutamakan. Seperti yang diketahui, kalau film yang mengadaptasi kisah dari novel, maka jangan berekspektasi tinggi. Jika menginginkan versi lengkap alangkah baiknya membaca novelnya dahulu. Dalam buku ini menceritakan bagaimana seorang ayah tetap bisa mendampingi anak-anaknya, meski dia tidak dapat berada di sisi mereka hingga tumbuh dewasa. Setelah divonis penyakit kanker dan tidak akan hidup lama, Gunawan Garinda merencanakan untuk membuat video yang diamanahkan kepada istrinya agar diputarkan setiap Sabtu untuk anak-anak mereka, Satya dan Saka. Kehidupan kakak beradik yang berbeda. Ibu yang begitu tegar. Juga Ayah yang penuh perencanaan dan tidak akan membiarkan keluarganya kesusahan sepeninggalannya. Masing-masing tokoh punya porsi sendiri. Akan tetapi, pada versi buku

Wisata Danau Sipin Jambi

Jika berkunjung ke Jambi, pastikan tempat ini menjadi salah satu destinasi kalian. Selain, Candi Muaro Jambi, Jembatan Gentala Arasy atau Masjid Seribu Tiang (Masjid Agung Al Falah), tempat satu ini dijamin memberikan suasana yang berbeda di kota Jambi. Gak akan berasa kalau lagi ada di tengah kota. (Sumber foto : jambiupdate.co) Danau Sipin sudah lama keberadaannya, tetapi belakangan pemerintah kota Jambi mulai membangun fasilitas wisata di danau ini. Tempat wisata yang baru diresmikan akhir tahun lalu oleh Walikota Jambi ini, memiliki beberapa fasilitas dan wahana, seperti salah satunya Ketek Wisata. Ketek ini merupakan perahu yang dihias dan akan membawa kalian menyusuri Danau Sipin. Biaya yang harus dikeluarkan  per orang yaitu sebesar Rp10.000. Lumayan murah untuk objek wisata di tengah kota. Kalian akan diajak berkeliling memutari Danau Sipin sekitar 15 menit.  Datanglah ke sini pada pagi hari karena lebih sejuk dan pastinya belum terlalu banyak pengunjung. Jadi, lebih leluasa me

Dari Perbendaharaan Lama-Kemasan Bacaan Sejarah Yang Menarik Dan Berisi

Judul    : Dari Perbendaharaan Lama-Menyingkap Sejarah Islam Nusantara Penulis : Prof. Dr. Hamka Pnerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2017 Jika menyebutkan nama "Hamka", rasanya tidak perlu diragukan lagi karya-karya dari beliau. "Dari Perbedaharaan Lama-Menyingkap Sejarah Islam Di Nusantara" (DPL) adalah satu dari sekian ratus karyanya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Karyanya kali ini memberikan sensasi membaca yang berbeda dibandingkan buku-buku sejarah zaman sekolah dahulu. Karena menyajikan fakta-fakta sejarah dengan lebih menarik. Memang tidak semua disampaikan secara detail. Namun, itu semua telah mewakili untuk tema pada buku ini. Bahasanya yang mudah dipahami membuat ingin terus membaca tiap lembarnya. Memang masih ada beberapa disana-sini terasa kental tata bahasa Melayu dalam susunan kata-katanya. Saya yakin pada mulanya tulisan pada buku ini menggunakan bahasa Melayu. Saya juga yakin bahwa buku ini sudah berusaha disesua

Review buku "Semesta Di Atas Kasur"

Butuh waktu kurang dari sejam untuk merampungkan bacaan ini. Ditulis oleh seorang teman dari komunitas FLP Bekasi. Fajar Hidayat namanya. Ketika pagi tadi melihat di WA status, saya berdecak kagum "luar biasa produktifnya dia" di tengah kondisi yang agak terasa santuy bagi saya. Karena saya pun belum bisa seproduktif itu. Padahal, bicara soal waktu rasanya "lebih banyak" dibandingkan hari-hari sebelum pandemik ini terjadi. (Fyi, saya telat sehari dari launchingnya buku ini. "Semesta Di Atas Kasur" dibagikan oleh Fajar pada hari Sabtu, tanggal 11 April 2020) Katanya ini hanya kumpulan tulisan asal. Tapi, saya yakin kalau dia gak seasal itu menulis buku kecil ini. Dari awal, penulis sudah menyampaikan permintaan maaf terkait banyaknya kesalahan dalam penulisan. Baiklah, mari kita maklumi dan nikmati saja tulisan dari tiap babnya. Bagi saya, kata-kata yang tersaji tidak total menjadikan tidak enak dibaca. Setidaknya, tidak sampai menghilangkan

About #dirumahaja

Sudah berapa lama kalian #dirumahaja? Seminggu? Empat hari? Atau mungkin ada yang tidak bisa sama sekali #dirumahaja?. Saya yakin yang tidak bisa stay at home adalah kalian yang memang punya kepentingan di luar sana. Semoga bukan termasuk kaum yang sengaja nongkrong, kumpul-kumpul bareng tanpa menghiraukan imbauan dari pemerintah. Karena ada baiknya kita belajar dari Italia sebagai negara dengan angka kematian tertinggi dari kasus Covid-19.  Beberapa waktu yang lalu, kita terlena dengan pernyataan-pernyataan menenangkan bahwa virus ini hanya menyebabkan kematian sekitar 1%. Kita ini negara tropis. Kita ini kebal. Mungkin maksudnya agar tidak membuat panik. Tapi, nyatanya hal itu tidak dapat dibendung. Oke, saya tidak akan membahas hal ini terlalu jauh dan cukupkan di sini saja. Ada hal lain yang dapat dilakukan daripada hanya saling menyalahkan. Salah satunya #dirumahaja yang belakangan menjadi trending topic. Gerakan #dirumahaja dimaksudkan untuk menjaga social distancing ya

Milad Forum Lingkar Pena (FLP) ke-23

Pada tanggal 23 Februari yang lalu di Bandar Lampung diadakan acara Milad FLP ke-23. Ada dua kegiatan pada hari itu, yaitu Seminar Nasional dan Pelatihan Cerpen. Tema dari seminar tersebut yaitu "Literasi Hijau : Menanam Aksara, Merawat Bumi". Tema ini begitu menarik. Mengingat belakangan ini isu lingkungan menjadi topik paling panas untuk diperbincangkan selain isu politik dan ekonomi. Mulai dari Green Lifestyle, Zero Waste, Eco Green dan istilah-istilah sejenisnya. Acara ini dihadiri oleh Ibu Fauziah, S. Pd, M.M. sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam mewakili Gubernur Provinsi Lampung, Pak Asworadi sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Staf Ahli dan beberapa sastrawan Lampung, seperti Udo Z, Karzi, dan Arman Az. Selain itu, turut hadir pula Ketua Umum FLP, Yeni Mulati, S.Si., M.M atau dikenal dengan nama pena Afifah Afra. Para peserta seminar tidak hanya dari anggota FLP, juga hadir dari beberapa sekolah menengah atas/kejuruan. Say

Review Buku "Kembara Rindu"

Judul Buku : Kembara Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Penerbit : Republika Tahun Terbit : 2019 Jumlah Hal : 266 Hal Karya-karya dari Kang Abik memang selalu dinanti-nanti. "Kembara Rindu" adalah novel terbaru yang terbit di akhir tahun 2019. Yang membuat terasa istimewa ketika membaca ini ialah latar tempat yang berlokasi di Lampung. Karena sekitar dua minggu lalu, saya baru saja dari sana. MasyaAllah. Pada buku ini tepatnya di Liwa yang masuk Kabupaten Lampung Barat. Jika dilihat pada bagian sampul tertulis bahwa ini adalah buku pertama dari Dwilogi Pembangun Jiwa. Pada halaman terakhirnya pun (hal 266) dengan huruf kapital tertulis "NOVEL PERTAMA SELESAI". Itu artinya akan ada novel lanjutan dan membuat saya tidak sabar untuk membaca lagi kelanjutan kisahnya. Cerita diawali dengan seorang gadis penjual gorengan dan air mineral di tangga masuk serambi masjid. Gadis yang memakai jaket usang, bercelana panjang dan menutupi rambutnya dengan topi

Ngeteng dari Bekasi ke Lampung

Sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya tanggal 22 Februari 2020, saya dan seorang teman (panggil saja "Mbak Nur") berangkat menuju Bandar Lampung dari Bekasi untuk mengikuti acara Milad Forum Lingkar Pena ke-23 (Cerita tentang Milad FLP akan segera menyusul dipostingan selanjutnya). Di sini saya ingin share cerita "ngeteng" kami untuk sampai ke Lampung. Sebelum berangkat, kami mencari informasi sebanyak-banyaknya. Meskipun, Sumatera adalah tanah kelahiran saya, sekaligus kampung halaman, seumur-umur belum pernah naik transportasi umum darat sendirian untuk pulang kampung. ( Info penting!... kampung saya di Sumatera bagian selatan hehe). Alhamdulillah, dapat teman nge-trip yang sefrekuensi. Jadilah, kami berdua melakukan perjalanan dari Bekasi ke Bandar Lampung dengan cara berganti-ganti kendaraan aka. "Ngeteng". Secara umum hanya ada tiga kendaraan untuk trip ala "ngeteng" ke Lampung, yaitu Bus Bekasi-Merak, Kapal Ferry, dan Kendaraan Bakauh

Review Buku "Syar'i Traveller"

Judul Buku : Syar'i Traveller Penulis : Ust. Felix Y. Siauw & Tim Da'wah Hijab Alila Tahun Terbit : 2019 Penerbit : Alfatih Press Jumlah Halaman : 197 hal Sebelum membahas terkait buku ini, saya ingin mengatakan bahwa saya selalu suka dengan buku terbitan Alfatih Press yang biasanya penuh dengan visualisasi menarik. Selain tentang isinya yang penuh dengan ilmu tentunya. Kali ini, disuguhkan dengan berbagai macam gambar dari sudut-sudut Turki. Sehingga, lebih dapat tergambar jelas perjalanan yang dilakukan oleh tim Hijab Alila. Buku ini seperti ringkasan cerita perjalanan tim Hijab Alila mulai dari berangkat hingga selama di Turki. Disampaikan dengan cukup rinci mulai dari destinasi, penginapan, biaya, transportasi, hingga sejarah/kisah dibalik suatu tempat yang mereka kunjungi. Tidak lupa tentunya disisipkan beberapa kejadian yang mengandung hikmah agar bisa dijadikan pembelajaran, seperti ketika salah seorang dari rombongan yang visanya ditolak dan harus dua kal

Kampung Korea Bandung

Annyeong Haseyo Chingu ya... Halo... Teman-teman... Buat yang sedang mencari destinasi liburan, boleh nih main bentar ke Bandung. Ada tempat asik yang bisa terbilang baru, namanya Kampung Korea Bandung. Lokasinya berada di Kebonwaru, Batununggal, Kota Bandung. Fasilitas tempat parkir di sana cukup luas.  Kemarin, sempat tanya-tanya dengan petugas di sana bahwa Kampung Korea Bandung ini telah dibuka dari bulan Agustus tahun lalu. Namun, baru akan diresmikan pada akhir bulan Februari 2020. Jam operasionalnya dibuka dari pukul 10.00 – 22.00 WIB. Untuk tiket masuk di hari biasa (Senin – Jum’at) sebesar Rp 10.000. Sedangkan, pada hari Sabtu – Minggu dan hari libur, tiket masuk Rp 15.000 Sudut Kampung Korea Bandung Ada apa aja sih di sana? Ada banyak... Ada kursi, meja, pohon, pakaian, makanan, dan masih banyak lagi. Eh ini serius ya. Di sana memang ada penjual makanan. Berbagai macam makanan dan minuman, seperti minuman boba ala zaman now, chicken bowl, tahu ge